Persaingan merupakan kunci penentu
keberhasilan sebuah organisasi bisnis. Strategi persaingan yang diterapkan oleh
bisnis/industri mampu memberikan keunggulan organisasi, dengan memperhatikan
faktor biaya, mutu dan kecepatan proses. Keunggulan kompetitif akan membawa
organisasi pada kemampuan mengendalikan pasar dan meraih keuntungan usaha.
Strategi bisnis menjadi pusat yang mengendalikan strategi organisasi dan
strategi informasi. Perubahan pada salah satu strategi membutuhkan penyesuaian,
agar tetap setimbang.
Hubungan antara strategi kompetitif
perusahaan dan manfaat penggunaan sistem informasi dikembangkan melalui
beberapa lapisan, mulai dari perencanaan, analisa dan perancangan. Sejalan
dengan semakin luasnya pemanfaatan teknologi informasi di lingkungan bisnis,
maka pemisahan antara teknologi informasi dan strategi kompetitif perusahaan
semakin tidak terlihat. Hal ini karena seluruh strategi kompetitif perusahaan
harus memiliki teknologi informasi.
Strategi perusahaan berbasis sistem
informasi perlu dibuat karena sumber daya yang dimiliki perusahaan sangat
terbatas, sehingga harus dimanfaatkan secara optimal. Strategi ini juga digunakan
untuk meningkatkan daya saing atau kinerja perusahaan karena para kompetitor
memiliki sumberdaya teknologi yang sama dan memastikan bahwa aset teknologi
informasi dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung dalam
meningkatkan profitabilitas perusahaan, baik berupa peningkatan pendapatan
mapun pengurangan biaya.
Menurut O’Brien (2005), peran strategis
sistem informasi dalam organisasi adalah memperbaiki efisiensi operasi,
meningkatkan inovasi organisasi dan membangun sumber daya informasi yang
strategis. Ketiga peran strategis ini dapat mendukung organisasi dalam
meningkatkan keunggulan kompetitif dalam bersaing. Dalam sebuah organisasi non-profit,
peran strategis yang dimaksud adalah meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaan
pekerjaan dan meningkatkan kinerja dalam melakukan aktivitas pelayanan.
Sistem informasi yang diaplikasikan
oleh perusahaan untuk menunjang strateginya dapat pula digunakan untuk melihat
kecenderungan tren bisnis di masa depan. Dengan adanya sistem informasi, maka
perusahaan dapat mengantisipasi perubahan-perubahan yang mungkin terjadi dalam
jangka pendek, menengah, maupun panjang karena adanya perubahan orientasi
bisnis. Disamping itu, sistem informasi yang unggul akan menciptakan barriers
to entry pada kompetitor karena adanya kerumitan teknologi untuk memasuki
persaingan pasar.
Dari sisi internal perusahaan,
penggunaan sistem informasi bukan saja akan meningkatkan kualitas serta
kecepatan informasi yang dihasilkan bagi manajemen, tetapi juga dapat
menciptakan suatu sistem informasi manajemen yang mampu meningkatkan integrasi
di bidang informasi dan operasi diantara berbagai pihak yang ada di perusahaan.
Sistem ini dapat berjalan dengan baik apabila semua proses didukung dengan
teknologi yang tinggi, sumberdaya yang berkualitas, dan yang paling penting
adalah komitmen perusahaan.
Sistem informasi secara umum memiliki
beberapa peranan dalam perusahaan, diantaranya sebagai berikut:
1) Minimize Risk
Setiap bisnis
memiliki resiko, terutama berkaitan dengan faktor-faktor keuangan. Pada umumnya
resiko berasal dari ketidakpastian dalam berbagai hal dan aspek-aspek eksternal
lain yang berada diuar kontrol perusahaan. Saat ini berbagai jenis aplikasi
telah tersedia untuk mengurangi resiko-resiko yang kerap diahadapi oleh bisnis,
seperti forecasting, financial advisory, planning expert,
dan lain-lain. Selain itu, kehadiran teknologi informasi merupakan sarana bagi
manajemen dalam mengelola resiko yang dihadapi.
2) Reduce Cost
Peran teknologi
informasi sebagai katalisator dalam berbagai usaha pengurangan biaya
operasional perusahaan akan berpengaruh terhadap profitabilitas perusahaan.
Terdapat empat cara untuk mengurangi biaya operasional melalui penerapan sistem
informasi, yakni eliminasi proses yang dirasa tidak perlu, simplifikasi proses,
integrasi proses sehingga lebih cepat dan praktis, serta otomatisasi proses.
3) Added Value
Teknologi informasi
dapat menciptakan value bagi pelanggan perusahaan. Penciptaan value ini
tidak sekedar untuk memuaskan pelanggan, tetapi juga untuk menciptakan
loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.
4) Create New Realities
Pesatnya teknologi
internet menghasilkan suatu arena bersaing baru bagi perusahaan di dunia maya. Hal
ini ditunjukkan dengan maraknya penggunaan e-commerce, e-loyalty,
e-customer, dan lain-lain dalam menanggapi mekanisme bisnis di era
globalisasi informasi.
Dengan semakin berkembangnya peranan
teknologi informasi dalam dunia bisnis, maka menuntut manajemen untuk
menghasilkan sistem informasi yang layak dan mendukung kegiatan bisnis. Untuk
itu, dituntut sebuah perubahan dalam bidang manajemen sistem informasi.
Perubahan yang terjadi adalah dengan diterapkannya perencanaan strategis sistem
informasi. Seiring dengan perkembangan dunia bisnis, peningkatan perencanaan
strategis sistem informasi menjadi tantangan serius bagi pihak manajemen sistem
informasi.
Perencanaan strategis sistem informasi
diperlukan agar sebuah organisasi dapat mengenali target terbaik untuk
melakukan pembelian dan penerapan sistem informasi manajemen, serta
memaksimalkan hasil investasi dari teknologi informasi. Sebuah sistem informasi
yang baik akan membantu sebuah organisasi dalam pengambilan keputusan untuk
merealisasikan rencana bisnisnya. Dengan demikian, penerapan teknologi
informasi untuk menentukan strategi perusahaan adalah salah satu cara yang
paling efektif dalam untuk meningkatkan performa bisnis. Strategi sistem
informasi dipengaruhi oleh strategi-strategi lain yang diterapkan perusahaan
dan selalu memiliki konsekuensi. Empat komponen infrastruktur sistem informasi
menjadi kunci strategi sistem informasi.
7.2 TANTANGAN
IMPLEMENTASI
Tantangan
dalam implementasi pengembangan system informasi adalah orang-orang yang terlibat
dalam pengembangan system informasi yaitu departemen operasional sebagai
end-user dan IT sebagai pengembang dan tentu saja sebagai support dan manajemen
sebagai leader yang membuat definisi goal yang akan dicapai. Jika system yang
akan di-implementasikan adalah system informasi yang terintegrasi maka
tantangannya akan sangat besar karena meliputi keseluruhan organisasi yang bisa
saja melibatkan pihak eksternal.
Masalah yang dihadapi dalam
implementasi tersebut biasanya adalah sebagai berikut :
1) Pengguna
tidak mengetahui kemampuan teknologi yang dapat digunakan untuk membantu proses
bisnis yang dikerjakannya setiap hari, dan pada tahap analisa developer juga tidak mengetahui
benar-benar proses bisnis yang berlangsung atau juga karena standard dari
developer yang kurang dalam membuat program sehingga program yang dihasilkan
adalah program yang baik dari kacamata developer bukan dari kedua belah pihak.
Karena ketidak tahuan pengguna maka masalah ini bisa diabaikan dimana pengguna
juga tidak keberatan dengan program yang diberikan untuk digunakan.
2) Kedua
belah pihak tidak memahami asumsi dan ketergantungan yang ada dalam system dan
bisnis proses, sehingga pada tahap implementasi jika ada bagian dari proses
bisnis yang belum di cover oleh system dan kemudian dibuatkan fungsi baru yang
ternyata menimbulkan masalah, dan penyelesaian masalah menimbulkan masalah baru
seperti melakukan
tambal sulam yang berakibat pada benang kusut akan membuat suatu aplikasi yang
tidak dapat di andalkan. Dan aplikasi hanya dibuat sebagai program untuk
melakukan entry data.
3) Dalam implementasi system terintegrasi,
dimana pengguna tidak dapat menjadikan
implementasi sebagai prioritas pertama, dimana pengguna yang sudah disibukkan
dengan kegiatan operasional akan berpura-pura menyetujui, menjalankan dan
mengikutinya tetapi pada kenyataannya semuanya tidak berjalan sesuai dengan
harapan.
Alasan mengapa sistem informasi menjadi tantangan manajemen adalah
karena keamanan sistem informasi memerlukan sumber organisasi dan manajemen seperti
bermacam teknologi. Menyusun kerangka yang baik untuk keamanan dan kontrol
meminta keahlian dalam mengimbangi risiko, reward, dan kapabilitas operasional
perusahaan.
Ada banyak teknologi alternatif
untuk membantu perusahaan mencapai keamanan dan kontrol, namun dalam disiplin
organisasi diminta untuk menggunakan teknologi-teknologi yang tersedia secara
efektif. Yaitu mendesain sistem baik diluar kontrol maupun di bawah kontrol,
artinya kontrol yang efektif tapi tidak mengecilkan otoritas individu dari
menggunakan suatu sistem masih sulit untuk dirancang.
Bentuk-bentuk
tantangan manajemen adalah sebagai berikut :
1.
Tantangan
investasi sistem informasi
Pentingnya sistem informasi sebagai investasi yang
memproduksi nilai bagi perusahaan. Ditunjukkan pula bahwa tidak semua
perusahaan menyadari nilai yang kembali (good return) dari investasi sistem
informasi tersebut. Ternyata salah satu tantangan yang paling besar yang
dihadapi manajer masa kini adalah jaminan bahwa perusahaan mereka benar-benar
mendapatkan good return dari biaya yang mereka keluarkan untuk sistem
informasi.
2.
Tantangan
stratejik bisnis
Ø Selain investasi TI yang berat, banyak
organisasi tidak menyadari nilai bisnis yang penting dari sistem mereka, karena
mereka kurang atau gagal untuk menghargai aset komplemen yang diperlukan agar
dapat menggunakan aset teknologi mereka untuk bekerja.
Ø Kekuatan dari komputer hardware dan
software tumbuh lebih cepat dari kemampuan organisasi untuk mengaplikasikan dan
menggunakan teknologi.
Ø Untuk mendapatkan keuntungan sepenuhnya
dari TI, menyadarai produktivitas yang asli, dan agar berdaya saing serta
efektif, maka organisasi perlu melakukan desain ulang. Merekan harus membuat
perubahan fundamental dan perilaku pengelolaan (manajer), membangun model bisnis,
menghilangkangkan peraturan krja yang kadaluwarsa, mengeliminasi proses bisnis
dan struktur organisasi yang modelnya tidak efisien.
3.
Tantangan
globalisasi
4.
Tantangan
infrastruktur teknologi informasi
ü Banyak perusahaan yang dibebani dengan
program TI yang mahal, sistem informasi yang kompleks dan rapuh, serta tindakan
mereka yang merupakan hambatan bagi strategi dan pelaksanaan bisnisnya.
ü Untuk membangun infrastruktur TI baru
merupakan tugas berat yang khusus, banyak perusahaan yang berjuang
mengintegrasikan pulau teknologi dan sistem informasi mereka.
ü Tantangan tanggungjawab dan pengawasan:
etika dan pengawasan.
ü Meskipun sistem informasi memberikan
keuntungan dan efisiensi yang besar, mereka juga menciptakan masalah dan
tantangan sosial dan etis baru, seperti ancaman ke individual privacy dan hak
kepemilikan intelektual, masalah kesehatan yang berhubungan dengan komputer,
kejahatan komputer dan eliminasi pekerjaan.
ü Tantangan besar dari pengelolaan
(manajer) adalah membuat keputusan terinformasi yang sensitif sampai ke
konsekuensi negatif dari sistem informasi sampai ke yang negatif.
Solusi
Salah
satu hal yang harus jelas: keamanan dan kendali harus menjadi suatu prioritas
yang lebih tegas dan investasi akan sistem informasi lebih ditekankan secara
keseluruhan pada proses perencanaan organisasi. Mengkoordinasi dan merencanakan
keamanan perusahaan secara keseluruhan dalam perencanaan bisnis menunjukkan
bahwa keamanan itu sama pentingnya bagi kesuksesan dari bisnis seperti semua
fungsi bisnis yang lain. Dukungan dan komitmen dari manajemen puncak diperlukan
untuk menunjukkan bahwa keamanan adalah prioritas dari perusahaan dan penting
bagi semua aspek dari bisnis tersebut.
Keamanan
dan kendali tidak pernah menjadi prioritas utama, kecuali jika ada kesadaran
akan pentingnya keamanan dari perusahaan.
7.3
Mengembangkan Sistem Bisnis
1. Pengembangan Sistem Informasi (SI)
Ketika pendekatan
sistem untuk penyelesaian masalah diterapkan untuk pengembangan solusi sistem
informasi terhadap masalah bisnis, maka hal ini disebut pengembangan sistem
informasi (information systems development) atau pengembangan aplikasi (
application development). Bagian ini akan menunjukkan bagaimana pendekatan
sistem dapat digunakan untuk mengembangkan untuk mengembangkan aplikasi dan
sistem e-business yang dapat memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan, karyawan,
dan pihak-pihak lain yang berkepentingan terhadap perusahaan (stakeholder).
2. Pendekatan Sistem
Pendekatan sistem
(system approach) untuk penyelesaian masalah menggunakan orientasi sistem untuk
merumuskan masalah dan peluang serta mengembangkan solusi. Menganalisis masalah
dan memformulasikan solusi melibatkan aktivitas yang saling berhubungan di
bawah ini :
a. Kenali dan rumuskan masalah atau
peluang dengan menggunakan pemikiran system.
b. Kembangkan
dan evaluasi alternatif solusi sistem.
c.
Pilih
solusi sistem yang memenuhi persyaratan anda.
d. Desain
solusi sistem yang dipilih.
e.
Implementasikan dan evaluasi kesuksessan
sistem yang telah didesain.
3.Siklus Pengembangan Sistem
Menggunakan
pendekatan sistem untuk mengembangkan solusi sistem informasi dapat dipandang
sebagai proses multilangkah yang disebut siklus
pengembangan sistem informasi (information systems development cycle), yang
juga dikenal sebagai siklus hidup pengembangan sistem (systems development life
cycle - SDLC). Ada tiap langkah dalam proses ini yang mencakup langkah :
a) Investigasi
b) Analisis
c) Desain
d) Implementasi
e) Pemeliharaan
Akan tetapi, anda harus menyadari bahwa
semua aktivitas yang terlibat sangat berhubungan satu sama lain dan saling
terkait. Oleh karena itu, pada praktiknya, beberapa aktivitas pengembangan bisa
muncul pada saat bersamaan. Jadi bagian yang berbeda dari proyek pengembangan
bisa jadi pada tingkat yang berbeda pada siklus pengembangan.
v Pembuatan Prototipe
Proses pengembangan sistem sering kali
mengambil format, atau mencakup pendekatan pembuatan prototipe. Pembuatan
prototipe (prototyping)adalah pengembangan yang cepat dan pengujian terhadap
model kerja, atau prototipe, dari aplikasi baru dalam proses yang interaktif
dan berulang-ulang yang bisa digunakan oleh ahli SI dan praktisi bisnis.
Pembuatan prototipe membuat proses pengembangan lebih cepat dan lebih mudah,
khususnya untuk proyek di mana persyaratan pemakai akhir sulit dirumuskan.
Karena itulah, pembuatan prototipe terkadang disebut juga desain aplikasi cepat
(rapid application design – RAD). Pembuatan prototipe juga membuka proses
pengembangan aplikasi untuk pemakai akhir karena pembuatan prototipe
menyederhanakan dan mempercepat desain sistem. Jadi, pembuatan prototipe telah
memperluas peran pemilik kepentingan bisnis yang dipengaruhi oleh sistem yang
diusulkan, dan memungkinkan untuk mempercepat proses pengembangan yang lebih
tanggap, yang disebut juga pengembangan sistem yang lincah ( agile systems
development – ASD.
Pembuatan prototipe dapat digunakan
untuk aplikasi besar dan aplikasi kecil. Umumnya, sistem bisnis besar masih
perlu menggunakan pendekatan pengembangan sistem tradisional, tetapi sebagian
sistem tersebut sering kali dapat dibuatkan prototipenya. Prototipe aplikasi
bisnis yang diperlukan oleh pemakai akhir dikembangkan secar cepat dengan
menggunakan berbagai alat software pengembangan aplikasi. Kemudian sistem
prototipe tersebut diperbaiki berkali-kali hingga dapat diterima.
Contoh proses pengembangan sistem berbasis prototipe untuk
aplikasi bisnis
·
Tim: Beberapa pemakai akhir dan pengembang
SI membentuk tim untuk mengembangkan aplikasi bisnis.
|
·
Skematis: Desain skematis prototipe awal
dikembangkan.
|
·
Presentasi: Beberapa koneksi rutin dan layar
disajikan ke pemakai.
|
·
Prototipe: Skematis diubah menjadi prototipe
tunjuk dan klik sederhana dengan menggunakan alat pembuat prototipe .
|
·
Tanggapan (feedback): Setelah tim menerima
tanggapan dari pemakai, prototipe diulangi .
|
·
Konsultasi: Konsultasi dilakukan dengan konsultan
TI untuk mengidentifikasi perbaikan potensial dan kesesuaian dengan standar
yang ada .
|
·
Penyelesaian: Prototipe dikonversi menjadi aplikasi
akhir.
|
·
Penerimaan: Para pemakai meninjau dan menerima
sistem bisnis yang baru.
|
·
Instalasi: Software bisnis yang baru diinstal
pada server jaringan.
|
v Memulai Proses Pengembangan Sistem
Tahap investigasi sistem merupakan
langkah pertama dalam proses pengembangan sistem. Tahap inidapat melibatkan
pertimbangan proposal yang dihasilkan dari proses perencanaan bisnis/ IT. Tahap
investigasi juga termasuk studi awal solusi sistem informasi yang diusulkan
untuk memenuhi prioritas bisnis perusahaan dan peluang seperti yang
diidentifikasi proses perencanaan.
v Analisis Sistem
Jika ingin mengembangkan aplikasi baru
secepatnya atau dilibatkan dalam poyek jangka panjang, perlu melakukan beberapa
aktivitas dasar analisis sistem. Analisis sistem merupakan studi mendalam
mengenai informasi yang dibutuhkan oleh pemakai akhir yang menghasilkan persyaratan
fungsional yang digunakan sebagai dasar untuk desain sistem informasi baru.
Analisis sistem secara tradisional melibatkan studi yang rinci mengenai :
a. Informasi yang dibutuhkan oleh
perusahaan dan pemakai akhir seperti diri sendiri.
b. Aktivitas, sumber daya, dan produk dari
satu atau lebih sistem informasi yang saat ini digunakan.
c.
Kemampuan
sistem informasi yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan informasi, dan
pemilik kepentingan bisnis lainnya yang mungkin menggunakan sistem ini.
v Analisis Organisasional
Analisis organisasional merupakan
langkah pertama yang penting dilakukan dalam analisis sistem. Anggota tim
pengembangan harus mengetahui tentang organisasinya, struktur manajemennya,
orang-orangnya, aktivitas bisnisnya, sistem lingkungan yang terkait, dan sistem
informasi baru. Anggota tim harus mengetahui informasi ini secara lebih rinci
untuk unit bisnis tertentu atau kelompok kerja pemakai akhir yang akan
terpengaruh oleh sistem informasi yang baru atau yang lebih baik yang
diusulkan.
v Analisis Sistem yang Ada
Sebelum mendesain sistem baru, perlu
mempelajari sistem yang akan ditingkatkan atau diganti (jika ada). Juga
diperlukan menganalisis bagaimana sistem ini menggunakan hardware, software,
jaringan, dan sumber daya manusia untuk mengubah sumber data, sepert data
tansaksi ke produk transaksi ke produk informasi, seperti laporan dan tampilan.
Kemudian mendokumentasi bagaimana aktivitas sistem informasi input, pemrosesan,
output, penyimpanan, dan pengendalian dilaksanakan.
v Analisis Persyaratan Fungsional
Langkah analisis sistem ini adalah satu
dari yang paling sulit dalam menentukan kebutuhan informasi bisnis khusus.
Misalnya :
a) Pertama perlu menentukan jenis
informasi apa yang dibutuhkan oleh setiap aktivitas bisnis (bagaimana
formatnya, volumenya, dan frekuensinya serta waktu responsnya).
b) Kedua, harus mencoba menentukan
kemampuan pemrosesan informasi yang dibutuhkan untuk setiap aktivitas sistem
(input, pemrosesan, penyimpanan, output, pengendalian) untuk memenuhi kebutuhan
informasi.
c) Harus mencoba mengembangkan persyaratan
fungsional. Persyaratan fungsional merupakan persyaratan informasi pemakai
akhir yang tidak berkaitan dengan hardware, software, jaringan, data, dan
sumber daya manusia yang saat ini digunakan oleh pemakai akhir atau akan digunakan
dalam sistem yang baru.
Ø Desain Sistem
Analisis sistem
mendeskripsikan apa yang harus dilakukan oleh sistem untuk memenuhi kebutuhan
informasi pemakai. Desain sistem menentukan bagaimana sistem akan memenuhi
tujuan tersebut. Desain sistem terdiri dari aktivitas desain yang menghasilkan
spesifikasi sistem yang memenuhi persyaratan fungsional yang dikembangkan dalam
proses analisis sistem.
v Desain Interface Pemakai
Desain interface pemakai merupakan komponen
sistem yang terdekat dengan pemakai alhir bisnis, dan hal yang paling dapat
membantu desain. Aktifitas desain interface pemakai berfokus pada dukungan
interaksi antara pemakai akhir dan aplikasi berbasis komputer. Para perancang
memfokuskan pada bentuk desain yang menarik dan efisien dari input dan output
pemakai, seperti halaman Web intranet dan internet yang mudah digunakan.
v Spesifikasi Sistem
Spesifikasi sistem memformulasikan desain metode interface
pemakai dan produk aplikasi, struktur database, serta pemrosesan dan prosedur
pengendalian.
Ø Pengembangan Pemakai Akhir
Pada pengembangan pemakai akhir (end
user development), praktisi SI memainkan peran sebagai konsultan, sementara
anda melakukan pengembangan aplikasi anda sendiri. Kadang – kadang staf dari
konsultan pemakai dan pemakai akhir lainnya siap membantu anda dalam usaha
pengembangan aplikasi anda. Bantuan ini mungkin termasuk pelatihan penggunaan
paket aplikasi, pemilihan hardware dan software, dampingan untuk mendapat akses
ke database organisasi dan ada dampingan dalam menganalisis, mendesain, dan
mengimplementasikan aplikasi bisnis TI yang dibutuhkan.
v Fokus Aktivitas SI
Perlu diingat bahwa pengembangan
pemakai terakhir harus berfokus pada aktivitas dasar dari sistem informasi yaitu
input, pemrosesan, output, penyimpanan, dan pengendalian.
Dalam menganalisa aplikasi potensial,
pertama – tama harus berfokus pada output yang akan dihasilkan oleh aplikasi.
Kemudian harus memeriksa persyaratan pemrosesan (processing).
Jika kemungkinan akan menemukan bahwa
output yang diinginkan tidak bisa diproduksi dari input yang ada, maka harus
melakukan penyesuaian pada output yang diinginkan atau mencari sumber tambahan
data input, termasuk data yang disimpan dalam file dan database dari sumber eksternal.
Komponen penyimpanan (storage) akan bervariasi sesuai kepentingan aplikasi
pemakai akhir.
Keperluan pengukuran pengendalian
(control) untuk aplikasi pemakai akhir sangat bervariasi bergantung pada ruang
lingkup dan durasi aplikasi, jumlah dan sifat alami pemakai aplikasi, dan sifat
alami dati data yang terlibat. Sebagai contoh, pengukuran pengendalian
diperlukan agar terlindung dari hilangnya data secara mendadak atau kerusakan
file pemakai akhir. Perlindungan yang paling dasar untuk menjaga dari hilangnya
data ialah dengan membuat salinan dari file aplikasi secara berturut – turut
dan sistematis.
v Melakukan Pengembangan Pemakai Akhir
Dalam pengembangan pemakai akhir, anda
dan praktisi bisnis lainnya dapat mengembangkan cara baru atau cara yang lebih
baik untuk melakukan tugas anda tanpa keterlibatan langsung dari ahli SI.
Kemampuan pengembangan aplikasi yang dibangun pada berbagai paket software
pemakai akhir telah menjadikanya lebih mudah digunakan bagi banyak pemakai
untuk mengembangkan solusi berbasis komputer.
7.4
PENGIMPLEMENTASIAN SISTEM BISNIS
7.4.1 Implementasi
Setelah
sistem informasi yang baru dirancang, sistem tersebut harus diimplementasikan
sebagai sistem kerja, dan dipelihara agar dapat berjalan dengan baik. Proses
implementasi yang akan kita bahas dalam bagian ini adalahkelanjutan dari tahap
investigasi, analisis, dan desain siklus pengembangan sistem. Implementasi
adalah langkah yang vital dalam pengembangan teknologi informasi untuk
mendukung karyawan, pelanggan, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya.
7.4.1.1 Menganalisis InterContinental Hotels, Del Taco, dan
Cardinal Health.
Dalam
kasus ini menunjukkan beberapa tantangan dan strategi yang terlibat dalam
pengelolahan dan pembaruan sistem bisnis inti. Bagi InterContinental Hotels,
hal ini mencakup instalasi sistem reservasi pusat yang baru dan sistem
manajemen operasional lokal untuk 3200 hotel. Strategi InterContinental Hotels
mencakup keterlibatan penuh dari pemakai, penyewa subkontraktor untuk
menyebarkan sistem yang baru di hotel dan melaksanakan pelatihan, dan
memperkerjakan manajer proyek yang berbakat.
7.4.2 Mengimplementasikan Sistem Baru
Tahap implementasi sistem melibatkan
pemerolehan hardware dan software, pengembangan software, pengujian program dan
prosedur, konversi sumber data, dan berbagai alternatif konversi. Hal ini juga
melibatkan pelatihan dan pendidikan pemakai akhir dan para ahli yang akan
menjalankan sistem yang baru tersebut.
Implementasi
dapat menjadi proses yang sulit dan memerlukan banyak waktu. Akan tetapi, hal
ini vital dalam memastikan kesuksesan sitem yang baru dikembangkan, karena
meskipun mesin tersebut didesain dengan baik, sistem tersebut akan gagaljika
tidak diimplementasikan dengan baik. Oleh sebab itu, proses implementasi biasanya
memerlukan usaha manajemen proyek dari para manajer unit bisnis.
7.4.3 Mengevaluasi Hardware, Software, dan Layanan
Perusahaan
besar dapat meminta pemasok untuk menyajikan tawaran dan proposal berdasarkan
spesifikasi sistem yang dikembangkan pada saat tahap desain pengembangan
sistem.Karakteristik minimum untuk kinerja dan fisik semua hardware dan
software ditentukan dengan membuat daftarnya dalam dokumen yang disebut
permintaan proposal (Request For
Proposal – REF) atau (Request For Quotation – RFQ) permintaan daftar harga.
Kemudian mereka mengirim REF atau RFQ ke pemasok yang sesuai, yang
menggunakannya sebagai dasar untuk menyiapkan usulan persetujuan pembelian.
Perusahaan
besar sering mengevaluasi hardware dan software yang diusulkan dengan meminta
pemprosesan program pengujian benchmark khusus dan data pengujian.
Benchmarking
mensimulasi pemprosesan pekerjaan khusus dibeberapa komputer dan
mengevaluasi kinerjanya. Kemudian pemakai dapat mengevaluasi hasil penguji
untuk menentukan alat hardware atau paket software mana yang menampilkan
karakteristik kinerja terbaik.
7.4.3.1 Faktor Evaluasi Hardware
Ketika
mengevaluasi hardware yang dibutuhkan oleh aplikasi bisnis yang baru, anda
harus meneliti karakteristik kinerja dan fisik tertentu untuk setiap sistem
komputer atau komponen periferal yang dibutuhkan.
Perhatikan,
bahwa banyak hal lagi yang harus dievaluasi mengenai hardware daripada
menentukan alat komputasi yang tercepat dan termurah. Misalnya, pertanyaan
mengenai keusangan harus diajukan dengan membuat evaluasi teknologi. Faktor
ergonomi juga sangat penting. Faktor-faktor ergonomi memastikan bahwa software
dan hardware komputer ramah pakai, yang artinya aman, nyaman, dan mudah
digunakan. Konektivitas adalah faktor evaluasi yang juga sangat penting, karena
banyak teknologi jaringan dna alternatif bandwith yang tersedia untuk
menghubungkan sistem komputer ke jaringan internet, internet dan eksternet.
7.4.3.2 Faktor Evaluasi Software
Anda
juga harus mengevaluasi software menurut banyak faktor yang mirip dengan yang
digunakan untuk evaluasi hardware. Jadi, faktor-faktor kinerja, biaya,
keandalan, ketersediaan, kompatibilitas, modularisasi, teknologi, ergonomi, dan
pendukung harus digunakan untuk mengevaluasi akuisisi software yang diusulkan.
Akan tetapi selain tu, faktor-faktor evaluasi software juga harus
dipertimbangkan. Misalnya, beberapa paket software sangat lambat, sulit
digunakan, dipenuhi dengan kecacatan, atau didokumentasikan dengan buruk. Paket
tersebut bukan pilihan yang baik, meskipun ditawarkan dengan harga yang
menarik.
7.4.3.3 Evaluasi Layanan SI
Ebanyakan
pemasok produk hardware dan software dan banyak perusahaan lainnya menawarkan
berbagai layanan SI ke pemakai akhir dan organisasi. Contohnya dampingan dalam
pengembangan situs WEB perusahaan, instalasi atau konversi hardware dan
software baru, pelatihan karyawan, dan pemelihara hardware. Beberapa dari
layanan ini disediakan gratis oleh produsen hardware dan pemasok software.
Jenis-jenis
lain dari layanan SI yang dibutuhkan oleh bisnis dapat melakukan outsourcing ke
perusahaan luar dengan harga yang dinegosiasikan. Misalnya, integrator sistem
mengamil ahli seluruh tanggung jawab atas fasilitas komputer perusahaan ketika
organisasi melakukan outsourcing untuk operasional komputernya. Mereka juga
dapat juga memiliki tanggung jawab untuk menggembangkan dan mengimplementasikan
proyak pengembangan sistem yang besar yang melibatkan banyak pemasok
subkontraktor.
7.4.4 Aktivitas Implementasi Lainnya
Pengujian,
konversi data, dokumentasi, dan pelatihan adalah kunci utama agar implementasi
sistem bisnis yang baru dapat berhasil.
7.4.4.1 Pengujian
Pengujian sistem dapat melibatkan
pengujian dan debugging software, pengujian kinerja situs WEB, dan pengujian
hardware baru. Bagian penting dari pengujian adalah peninjauan tampilan,
laporan dan output lainnya dari prototipe. Prototipe harus ditinjau oleh
pemakai akhir dari sistem tersebut untuk mengetahui kemungkinan kesalahan.
Tentu saja, pengujian seharusnya tidak hanya terjadi selama tahap implementasi
sistem, namun selama seluruh proses pengembangan sistem. Misalnya anda dapat
memeriksa dan mengkritik dokumen input, tampilan layar, dan prosedur pemrosesan
dari prototipe selama tahap desain sistem. Pengujian pemakai akhir dengan segera
merupakan salah satu manfaat dari proses pembuatan prototipe.
7.4.4.2 Konversi Data
Saat ini, implementasi sistem informasi
baru bagi banyak organisasi sering melibatkan penggantian software, database,
dan sistem yang lama. Salah satu aktivitas implementasi yang paling penting
yang dibutuhkan ketika menginstal software baru dalam kasus ini disebut
Konversi Data. Misalnya, penginstalan paket software yang baru dapat memerlukan
konversi elemen data didata base yang dipengaruhi oleh aplikasi yang baru ke dalam
format data yang baru. Aktivitas konversi data lainnya yang biasanya dibutuhkan
mencakup koreksi data yang tidak tepat, penyaringan data yang tidak diinginkan,
konsolidasi data dari beberapa database, dan pengaturan data ke dalam format
data yang baru, seperti database, data-mart, dan gudang data.
7.4.4.3 Dokumentasi
Pengembangan dokumentasi pemakai
merupakan bagian yang penting dalam proses implementasi. Layar tampilan entry
data, formulir, dan laporan adalah contoh-contoh dokumentasi. Ketika metode rekayasa
sistem berbantuan komputer digunakan, dokumentasi dapat diciptakan dan diubah
dengan mudah karena disimpan dan dapat diakses dengan menggunakan disket di
tempat penyimpanan sistem. Dokumentasi merupakan metode komunikasi antar
orang-orang yang bertanggung jawab untuk menggembangkan, mengimplementasikan,
dan memelihara sistem berbasis komputer. Dokumentasi sangat penting dalam
mengdiagnosis kesalahan dan membuat perubahan, khususnya jika pemakai akhir
atau analisis sistem yang mengembangkan suatu sistem tidak lagi berkerja di
organisasi tersebut.
7.4.4.4 Pelatihan
Pelatihan merupakan aktivitas
implementasi yang vital. Personel SI, seperti konsultan pemakai, harus
memastikan bahwa para pemakai akhir terlatih untuk menjalankan sistem bisnis
yang baru atau implementasinya akan gagal. Pelatihan dapat melibatkan hanya
aktivitas entri data, atau juga dapat melibatkan semua aspek dari pengguna
sistem yang baru tersebut. Selain itu, manajer dan pemakai akhir harus dididik
mengenai dampak teknologi yang baru terhadap manajemen dan operasional binis
perusahaan.
7.4.4.5 Metode Konversi
Operasi awal dari sistem bisnis yang
baru, dapat menjadi tugas yang sulit. Hal ini biasanya memerlukan proses
konversi dari penggunaan sistem yang ada saat ini ke oprasi aplikasi yang baru
atau yang lebih baik. Metode konversi dapat mempermudah pengenalan teknologi
informasi yang baru ke dalam organisasi.
Ada 4 bentuk utama dari konversi sistem, yang
mencakup :
1. Konversi Paralel
2. Konversi Bertahap
3. Konversi Percontohan
4. Konversi
Langsung
5.
7.4.4.6 Pemeliharaan SI
Setelah sistem diimplementasikan secara
penuh dan digunakan dalam operasional bisnis, fungsi pemeliharaan dimulai.
Pemeliharaan sistem adalah pengawasan, evaluasi, dan modifikasi sistem bisnis
operasional untuk menghasilkan perbaikan yang lebih diinginkan atau perlu.
Misalnya, implementasi sistem yang baru biasanya menghasilkan fenomena yang disebut
kurva belajar.
Pemeliharaan juga mencakup modifikasi
terhadap sistem yang telah dibentuk karena perubahaan dalam organisasi bisnis
atau lingkungan bisnis. Misalnya, peraturan pajak yang baru, penyusunan ulang
organissasi perusahaan, dan inisiatif e-business dan e-commerce yang baru dapat
memerlukan perubahan besar terhadap sistem bisnis yang ada saat ini.
7.4.5 Mengelolah Perubahan Organisasional
Implementasi
strategi bisnis/TI yang baru memerlukan pengelolaan pengaruh perubahan utama
dalam dimensi organisasi kunsi seperti proses bisnis, struktur organisasi,
peran manajerial, penugasan kerja karyawan, dan hubungan diantara pemilik
kepentingan yang muncul dari penyebaran sistem informasi bisnis yang baru.
7.4.5.1 Keterlibatan dan Resistensi Pemakai Akhir
Bagaimana
pun kita melakukan sesuatu, pasti ada resistensi dari orang-orang yang
mengalaminya. Misalnya, implementasi teknologi pendukung kerja yang baru dapat
membuat para karyawan ketakutan dan resisten terhadap perubahan tersebut. Salah
satu kunvi untuk menyelesaikan masalah resistensi pemakai akhir terhadap
teknologi informasi yang baru adalah pendidikan dan pelatihan yang memadahi.
Bahkan yang lebih penting lagi adalah keterlibatan pemakaian akhir dalam
perubahan organisasi, dan dalam pengembangan sistem informasi yang baru.
7.4.6 Manajemen Perubahan
Orang
adalah fokus utama dari manajemen perubahan organisasi. Ini mencakup aktivitas
seperti pengembangan cara yang inovatif untuk mengukur, memotivasi, dan memberi
penghargaan atas kinerja. Demikian juga halnya dengan desain program untuk
merekrut dan melatih karyawan dalam kompetensi inti yang dibutuhkan dalam dunia
kerja yang terus berubah. Manajemen perubahan juga melibatkan analisis dan
definisi semua perubahan yang dihadapi oleh organisasi, dan mengembangkan
program untuk mengurangi resiko dan biaya, serta memaksimalkan manfaat
perubahan.
Beberapa
taktik utama yang direkomendasikan oleh para ahli perubahan adalah :
1) Libatkan orang sebanyak mungkin dalam
perencanaan bisnis/TI dan pengembangan aplikasi.
2) Buat
perubahan konstan menjadi bagian yang diharapkan dari budaya.
3) Beritahukan kesetiap orang sebanyak
mungkin mengenai segala sesuatu sesering mungkin, sebaiknya secara pribadi.
4) Berikan insentif keuangan dan
pengakuan.
5) Bekerjalah didalam budaya perusahaan,
bukan disekitarnya.
DAFTAR PUSTAKA
O’Brien, James A. Pengantar Sistem
Informasi Perspektif Bisnis dan Manajerial. Edisi 12. Salemba Empat. Jakarta.
2005.
Loudon JP.
Sistem Informasi Majemen, Jakarta, 2007
O’Brien JA. 2005. Introduction to
Information System 12th ed. Boston: McGraw-Hill Companies, Inc.
Falahah,
Dhewanto Wawan , ERP Menyelaraskan Teknologi Informasi dengan Strategi Bisnis,
Informatika, Bandung, 2007
Noviyanto. 2010. Konsep-konsep dasar
sistem informasi dalam bisnis. http://viyan.staff.gunadarma.ac.id. [25 Desember 2010]
http://teknologi.kompasiana.com/internet/2010/03/27/tantangan-implementasi-pengembangan-sistem-informasi-operasional-dan-ti-dibawah-kepemimpinan-manajemen/, diakses pada 3 Maret 2012
http://saifulrahman.lecture.ub.ac.id/files/2010/03/Tantangan-Manajemen.pdf, diakses pada 3 Maret 2012
http://feby.blog.perbanas.ac.id/2009/06/18/tantangan-peluang-dan-solusi-sistem-informasi-manajemen/, diakses pada 3 Maret 2012
Sumber: http://standbydream.blogspot.com/2014/10/pengembangan-bisnisstrategi-solusi.html

Tidak ada komentar:
Write komentarUsaha tidak akan menghianati hasil